Badan Kesbangpol Pessel Hadiri Rakornas Pembentukan Paskibraka Tahun 2026
29 Jan 2026
11:40:18 WIB
51x dibaca
nadia yolanda
Painan===== Plt. Kepala Badan Kesbangpol Pessel Pris Derika Habdi, S.H. didampingi oleh Penelaah Teknis Kebijakan Dali Usman, S.S. Hadiri Rapat Koordinasi Nasional Pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tahun 2026 di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jalan Letnan Jenderal S. Parman Kav 28, Jakarta Barat, pada tanggal 15 Januari 2026.
A. Rangkuman Rakornas Pembentukan Paskibraka yang diselenggarakan pada tanggal 15 Januari 2026 di Hotel Pullman Jakarta Central Park:
1. Penyelenggara & Tujuan Utama
Rakornas diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan tujuan untuk:
Menyatukan persepsi dan menyelaraskan pelaksanaan pembentukan Paskibraka dari pusat hingga daerah.
Memastikan proses seleksi dan rekrutmen Paskibraka 2026 berjalan secara objektif, akuntabel, bersih, dan transparan.
Menguatkan pembinaan karakter, ideologi Pancasila, patriotisme, disiplin, dan kepemimpinan bagi calon peserta.
2. Sambutan dan Arahan BPIP
Rakornas dibuka oleh Kepala BPIP (Prof./Drs. KH. Yudian Wahyudi), yang menekankan bahwa Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera, tetapi merupakan bagian dari proses kaderisasi generasi pemimpin bangsa yang memiliki karakter luhur dan cinta tanah air.
Tema utama pembinaan difokuskan pada nilai-nilai Pancasila, integritas, dan tanggung jawab sebagai simbol kehormatan bangsa.
3. Sinergi Pusat & Daerah
Kepala daerah, Kepala Badan Kesbangpol provinsi/kabupaten/kota, serta unsur pemerintahan hadir untuk memperkuat koordinasi lintas daerah dalam menyukseskan pembentukan Paskibraka.
Rakornas juga menjadi forum bagi pemerintah daerah untuk memahami peran mereka dalam mendukung pembinaan dan pengarahan calon Paskibraka di daerah masing-masing.
4. Data & Evaluasi Tahapan
Disampaikan data rekrutmen tahun sebelumnya:
Sekitar 132.194 pelajar mendaftar melalui aplikasi transparansi.
Terpilih 21.730 peserta di tingkat kabupaten/kota, 1.837 di tingkat provinsi, dan 76 di tingkat nasional.
Hal ini menjadi dasar evaluasi untuk menyusun strategi pembinaan dan seleksi tahun 2026 agar lebih terstandar dan berkualitas.
5. Hasil Kesepakatan Rakornas:
- Penyelarasan mekanisme seleksi Paskibraka 2026 secara transparan dan objektif.
- Penguatan nilai-nilai ideologi Pancasila dalam pembinaan calon anggota Paskibraka.
- Komitmen bersama pusat-daerah dalam pelaksanaan pembentukan, pembinaan, dan dukungan terhadap peserta Paskibraka.
- Penekanan bahwa Paskibraka berperan sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda yang disiplin dan nasionalis, bukan sekadar barisan upacara.
B. Rangkuman Hasil Rakornas Program Pembangunan Daerah dan Asta Cita pada Tanggal 15 Jan. 2026 di Hotel Pullman Jakarta Central Park.
1. Tujuan & Tema Utama Rakornas
Rakornas yang digelar oleh Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri bertujuan untuk:
- Memperkuat sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah dalam pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan umum.
- Menyelaraskan program nasional prioritas Presiden Prabowo Subianto dengan pelaksanaan di daerah, termasuk visi Asta Cita.
Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi kepala daerah di seluruh Indonesia untuk menyeimbangkan arah kebijakan nasional dengan kebutuhan serta potensi daerah masing-masing.
Peserta hadir sekitar ±1.000 orang, terdiri dari bupati, wali kota, sekretaris daerah, serta kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
2. Fokus Pembahasan & Sesi Kegiatan
Rakornas dibagi menjadi beberapa sesi diskusi besar, antara lain:
Arah kebijakan urusan pemerintahan umum guna menjaga stabilitas sosial dan politik di daerah.
Pembinaan Ideologi Pancasila serta upaya pencegahan radikalisme dan terorisme.
Sinergi program kegiatan dan penanganan isu strategis terkini di pemerintahan daerah.
Diskusi ini dihadiri pula oleh narasumber dari instansi strategis lain untuk mendukung capaian program nasional.
3. Penekanan atas Program Asta Cita
Rakornas menyampaikan arahan implementasi Asta Cita yang terkait dengan:
- Ketahanan pangan, dengan ajakan kepala daerah aktif mendukung program swasembada pangan dan program ketahanan pangan berbasis komunitas.
- Program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Merah Putih di desa/kelurahan.
- Peran daerah dalam menerjemahkan kebijakan pusat menjadi program kerja yang efektif dan tepat sasaran.
Hal ini ditekankan oleh Direktur Jenderal Polpum, Akmal Malik, dalam dorongan nyata mewujudkan arah pembangunan Asta Cita.
4. Rekomendasi & Arah Kebijakan ke Depan
Hasil penting yang ditekankan dari Rakornas: Perlu percepatan sinkronisasi Peraturan Presiden (Perpres) terkait RPJMN 2025–2029 agar dapat dijabarkan tetap konsisten di tingkat daerah melalui RPJMD.
- Pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi antar OPD (Organisasi Perangkat Daerah), terutama dalam urusan pemerintahan umum serta sinergi lintas sektor.
- Fokus memperkuat kapasitas daerah dalam menjaga stabilitas sosial politik, pencegahan radikalisme, serta penguatan ideologi Pancasila.
5. Dukungan Kepala Daerah & Respons Partisipan
Beberapa kepala daerah menyatakan dukungan penuh terhadap arah kebijakan rakornas ini:
* Bupati dan Wali Kota dari berbagai daerah menegaskan komitmen mendukung program prioritas Presiden dan Asta Cita dalam perencanaan pembangunan daerahnya.
* Peserta melihat forum ini sebagai momentum penting untuk membangun sinergi lebih kuat antara pusat dan daerah sekaligus menyampaikan tantangan langsung dari daerah kepada pemerintah pusat.
Rakornas Sinergi Pelaksanaan Program dan Asta Cita tanggal 15 Januari 2026 menjadi forum penting dalam memperkuat koordinasi kebijakan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah. Kegiatan ini menekankan implementasi program prioritas nasional, ketahanan pangan, dan ideologi negara melalui sinergi kebijakan dan program di tingkat daerah serta penyelarasan dokumen perencanaan pembangunan.
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.